Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Warning Bos OJK Pada Bank yang Mau Hapus Kredit Macet

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021. (Tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)

Jakarta, Indonesia – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sederet hal yang perlu diperhatikan oleh Bank yang ingin menghapus kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari debitur usaha kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya saat ini tidak ada alasan bagi bank untuk melakukan hal tersebut sebab telah diberikan sederet stimulus untuk mendorong lagi kinerja bank.

Pilihan Redaksi
  • Sepanjang 2020, Laba Bank Mega Naik 50% Jadi Rp 3 T
  • BNI Target Pertumbuhan Kredit 6-9%, Ini Fokus Sektornya
  • Holding Perkebunan BUMN Restrukturisasi Kredit Rp 28,7 T

Hal ini disampaikan dalam webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia “Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan, dan Strategi Kebijakan” yang ditayangkan di kanal Youtube Universitas Indonesia, seperti dikutip Sabtu (30/1/2021).

Wimboh menambahkan saat ini memang belum terlihat kembali peningkatan kredit dari berbagai sektor. Namun dengan stimulus yang telah ada saat ini tinggal menunggu meningkatnya kembali perekonomian.

“Jadi menurut kami itu adalah kebijakan individual, silahkan kalau mau dilakukan. Tapi yang kami pegang adalah yang pertama kami harapkan kondisinya tetap stabil, jangan sampai ada bank yang ternyata mengalami permasalahan yang cukup rumit tanpa sepengetahuan kita,” kata Wimboh.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya diberikan kepada pemilik dan pengurus perusahaan. Namun ia juga menghimbau agar apapun kebijakan yang diambil oleh individual perbankan, tetap harus dikomunikasikan dengan OJK sebagai regulator.

Namun demikian, dia menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan stimulus untuk menjaga kesehatan kredit pada UMKM. Sehingga saat ini dinilai sudah tidak ada alasan bagi perbankan untuk tidak menyalurkan kredit tambahan kepada UMKM yang dinilai memiliki prospek. Ditambah kondisi saat ini hanya bersifat sementara.

“Sehingga silakan [salurkan kredit], habis itu refinancing, abis itu bangkit lagi tambahkan modal kerja dan diberikan penjaminan oleh pemerintah skemanya sudah siap. Bahkan korporasi juga dikasih penjaminan pemerintah. Tinggal ini gimana mulainya,” tandasnya.

[Gambas:Video ]

(roy/roy)