Sab. Okt 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Waspada! Ada Risiko IHSG Jeblok ke Bawah 6.000

Bursa Efek Indonesia

Jakarta,  Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,55% ke 6.071,442 pada perdagangan Selasa kemarin. Data pasar mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 328 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,42 triliun.

Sentimen negatif datang dari luar dan dalam negeri. Sentimen pelaku pasar memburuk akibat Archegos Capital, perusahaan aset managemen, yang terkena margin call. Archegos tidak mampu menyediakan tambahan jaminan saat broker memintanya.

Ada kekhawatiran situasi di Archegos bakal berdampak sistemik. Nomura dan Credit Suisse disebut-sebut sebagai kreditur Archegos dalam perdagangan di pasar derivatif, sehingga dua bank kelas ‘paus’ itu tentu akan kena getahnya.

Sementara itu menurut Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo, selain karena sentimen negatif badai margin call di bursa saham Amerika Serikat, tekanan bursa saham juga datang dari dalam negeri, yakni kebijakan manajemen BPJS Ketenagakerjaan yang akan mengurangi porsi investasi di saham dan reksa dana.

“Banyak anggota bursa retail yang melakukan aksi jual,” kata Laksono kepada Indonesia, Selasa (30/3/2021).

Sementara pada perdagangan hari ini, Rabu (31/3/2021), sentimen pelaku pasar masih belum membaik. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat, yang tentunya mengirim hawa negatif ke pasar Asia hari ini.

Meski demikian, China yang melaporkan aktivitas manufaktur yang semakin berekspansi bisa menjadi sentimen positif bagi pasar Asia. Terlihat, bursa utama Asia yang sudah dibuka bervariasi, indeks Nikkei Jepang melemah sementara Kospi Korea Selatan menguat.

Baca:

Jadi Biang Kerok Pasar Drop, Ini Cerita Lengkap Margin Call

Secara teknikal, IHSG semakin jauh ke bawah rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50), dan malah mendekati MA 100.

Indikator stochastic pada grafik harian berada di dekat wilayah jenuh jual (oversold).

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Stochastic pada grafik 1 jam stochastic berada di wilayah oversold yang membuka peluang rebound.

MA 100 di kisaran 6.030 menjadi support terdekat, jika ditembus IHSG berisiko merosot ke level psikologis 6.000. Patut diwaspadai penurunan lebih dalam jika level psikologis tersebut ditembus.

Sementara jika bertahan di atas support, IHSG berpeluang menguat ke kisaran 6.110. Jika level tersebut dilewati, IHSG berpeluang menguat menuju 6.150.

TIM RISET  INDONESIA

[Gambas:Video ]

(pap/pap)