Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Waspada! Pelaku Pasar Pesimitis, IHSG Bisa Bikin Mabok Nih

Pembukaan Bursa Efek Indonesia (CNBC indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Bursa saham domestik pada perdagangan pagi ini diprediksi menguat terbatas setelah melaju kencang pada perdagangan hari pertama 2021. Investor diperkirakan akan melakukan akumulasi beli secara terbatas sambil menyimak perkembangan vaksinasi di domestik dan global.

Pada perdagangan kemarin, Senin (4/1/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,1% ke level 6.104. Menurut analisis teknikal dari MNC Sekuritas, selama belum mampu menembus resistance di 6,195, maka kami perkirakan penguatan IHSG akan relatif terbatas sebagai bagian dari wave [c] dari wave 4.

Jika terjadi koreksi, menurut riset yang sama, IHSG kami perkirakan berada pada area 5.650-5.800. Untuk hari ini, level support berada pada kisaran 5.853 dan 5.775 sementara level resistance pada kisaran 6.144 dan 6.195.

Baca:

Saat IHSG Terbang, Asing Kebelet Lepas Saham-saham Ini

Sementara itu, Samuel Sekuritas menilai IHSG diperkirakan akan tertekan mengikuti sentimen negatif dari luar negeri.

Semalam bursa AS ditutup melemah, dimana indeks Dow Jones  terkoresksi 1.25%, indeks S&P 500 drop 1.48% dan indeks Nasdaq turun 1.47%. Koreksi di Wall Street dipicu kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 di AS dan ketidakpastian dalam pemilihan senat.

Kasus Covid-19 di AS semakin tinggi mencapai 20.6 juta dan kasus kematian telah melebihi 350 ribu jiwa. Varian baru Covid-19 yang lebih menular telah masuk ke AS sejak 31 Des 2020 lalu.

Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia ditutup bervariasi: Nikkei -0.68%, Hang Seng +0.89%, Kospi +2.5% dan Shanghai +0.9%. IHSG ditutup naik +2.1% ke level 6,105 ditengah net buy asing sebesar IDR 392.1 miliar di pasar reguler.

EIDO ditutup naik 1.75%. Rupiah ditutup menguat 1.1% ke level IDR 13,885/USD.

Baca:

Dear Investor, Ini 10 Reksa Dana Paling Cuan & Tekor 2020

Dari Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson kembali menetapkan lockdown nasional guna mencegah penyebaran strain baru Covid-19 dimulai dari Rabu 6 Jan 2021 hingga pertengahan Februari.

Sentimen dari dalam negeri, masih dari rilis data consumer confidence periode Desember (forecast: 90, previous: 92) dan Retail Sales periode November (forecast: -8.5% yoy, previous: -14.9% yoy).

Lalu perkembangan kasus baru Covid-19 dalam negeri Senin diumukan sebanyak 6.753 kasus dengan kesembuhan 7,166 kasus sehingga kasus ditutup mencapai 86%.Hingga kini Indonesia telah mencatat total kasus Covid-19 mencapai 772.1 ribu.

[Gambas:Video ]

(hps/hps)