Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Worst Scenario Jatim: Gempa M 8,7 yang Picu Tsunami 30 Meter

Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati (Rengga Sancaya/detikcom)

Jakarta, Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan terdapat tren peningkatan gempabumi di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur. Dalam skenario terburuknya, bisa terjadi gempabumi hingga skala M 8,7 di provinsi tersebut hingga memicu tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pantauan ini mulai dilakukan setelah terjadinya dua gempa di Jawa timur dalam tahun ini.

“Jadi memang sejak awal tahun kami melakukan, sebelum ada kejadian gempa di Jawa Timur yang sudah dua kali ini, tepatnya akhir tahun kami melakukan evaluasi di wilayah Indonesia ini mengalami peningkatan kejadian gempa bumi di beberapa daerah,” kata Dwikorita dalam webinar kajian dan mitigasi gempabumi dan tsunami di Jawa Timur pekan ini.

Dia menyebut secara umum terjadi lompatan kejadian gempa di tanah air dengan berbagai magnitudo. Sejak tahun 2008, rata-rata kejadian 4.000-5.000. Namun, sejak 2017, jumlah kejadian menjadi lebih dari 7.000 kali.

Pilihan Redaksi
  • Heboh Pencakar Langit China Bergetar Sendiri, Orang Berlarian
  • Heboh SMS BMKG Soal Tsunami, Nggak Taunya Prank!
  • Amit-amit Kalau Tsunami 30 M Terjadi, APBN RI Pasti Tekor!

Bahkan pada 2018, ungkapnya, terjadi peningkatan 11.900 kali dan masih bertahan di atas 11.000 di tahun 2019. Sedangkan pada 2020 masih di atas rata-rata 8.258.

Angka ini ditemukan dari evaluasi di beberapa klaster di wilayah Indonesia ini mengalami peningkatan kegempaan, terutama di Jawa Timur atau tepatnya lepas pantai selatan Jawa Timur dan juga klaster di selatan Selat Sunda, selatan Jawa Barat, kemudian juga selatan Jawa Tengah serta sebelah barat kepulauan Mentawai yang dapat berdampak ke Sumatera Barat.

“Fenomena itu yang saat ini sedang kami amati, kami analisis, dan ternyata di wilayah Jawa Timur itu pun juga mengalami peningkatan gempa-gempa kecil sebelum terjadinya gempa yang berkekuatan M 6.0 kemarin. Jadi kami sudah curiga sejak akhir tahun,” terangnya.

Dari sekian ratus kali gempabumi, dia menjelaskan ada zona yang kosong alias seismic gap. Zona-zona kosong itu dikhawatirkan lantaran belum melepaskan energi sebagai gempa.

“Inilah yang kami jadikan skenario kita ambil kemungkinan magnitudo tertinggi ini juga berdasarkan kajian dari Pusat Studi Gempa Nasional kemungkinan M 8.7, dan itu yang menjadi dasar skenario untuk memprediksi kemungkinan terjadinya tsunami berapa ketinggian gelombang, kapan waktu datangnya, dan jarak masuknya berapa. Sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami juga,” terangnya.

BMKG, menurut Dwikorita, juga melakukan pemetaan terhadap kabupaten yang berpotensi mengalami genangan tinggi akibat tsunami. Berikut adalah perinciannya:

  • Pantai Teluk Sumbreng Trenggalek: 22 Meter (maksimal)
  • Pantai Popoh Tulung Agung: 30 Meter (maksimal)
  • Pantai Muncar Banyuwangi: 18 Meter (maksimal)
  • Pantai Pancer Banyuwangi: 12 Meter (maksimal)
  • Pantai Teluk Pacitan: 22 Meter (maksimal)
  • Pantai Pasirian Lumajang: 18 meter (maksimal)
  • Pantai Tempursari Lumajang: 18 meter (maksimal).