Ming. Apr 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Wow! Bayar Utang, Emiten Migas Bakrie Rights Issue Rp 1,8 T

Foto/ Adinda Bakrie (tengah), EMP (dok Instagram Adinda Bakrie)

Jakarta, Indonesia – Emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sebanyak 14,48 miliar saham baru.

Dalam penawaran umum terbatas (PUT) ini, harga pelaksanaannya sebesar Rp 126/saham, sehingga perseroan meraih dana segar sebesar Rp 1,82 triliun atau setara dengan US$ 129,34 juta.

Direktur Utama dan CEO EMP, Syailendra Bakrie mengatakan, dana hasil penerbitan rights issue ini rencananya, sebesar US$ 43,50 juta akan dipakai untuk mengakuisisi 25% kepemilikan EMP Inc. dari Kinross International Grup Ltd melalui anak usahanya yang memiliki dan mengoperasikan Blok Kangean di Jawa Timur.

Selanjutnya, sebesar US$ 43,59 juta untuk melunasi pinjaman kepada kreditor.

Baca:

Habis Cuan, Saham-saham Grup Bakrie Langsung ‘Dibanting’!

Sedangkan sisanya, sebesar US$ 42,24 juta akan dipakai untuk mendanai kebutuhan modal kerja aset-aset EMP yang telah beroperasi.

Adapun yang menjadi pembeli siaga dalam PUT tersebut adalah PT Bakrie Kalila Investment. Periode pelaksanaan transaksi penawaran umum terbatas (PUT) pada 25 Maret-31 Maret 2021.

“Setelah penyelesaian transaksi PUT maka EMP akan meningkatkan kepemilikannya di Blok Kangean PSC dari sebelumnya 50 persen menjadi 75 persen,” kata Syailendra, dalam keterangannya, dikutip Jumat (22/1/2021).

Sepanjang 2020, Kangean memberikan berkontribusi 48% dari total produksi minyak dan gas perusahaan dengan rata-rata produksi sebesar 185 juta kaki kubik gas per hari. Sebab itu kata Syailendra, dengan meningkatkan peningkatan kepemilikan di Kangean akan mendorong total produksi ENRG, dan juga kinerja pendapatan dan laba perseroan.

Syailendra mentatakan, dana hasil transaksi tersebut juga akan melunasi sejumlah pinjaman dari kreditor terkait. Pelunasan pinjaman ini diharapkan menurunkan beban bunga perseroan, memperkuat likuiditas, dan profitabilitas.

“Dana hasil PUT juga dialokasikan untuk membiayai kebutuhan modal kerja aset-aset perusahaan yang ada saat ini, termasuk mengembangkan blok gas Buzi EPCC di Mozambik, Afrika,” ujarnya.

Sampai dengan September tahun ini, Energi Mega Persada tercatat membukukan perolehan laba bersih sebesar sebesar US$ 42,03 juta atau setara Rp 591,78 miliar dengan asumsi kurs Rp 14.800/US$ pada periode 9 bulan pertama tahun ini.

Perolehan tersebut mengalami kenaikan sebesar 253% dari tahun sebelumnya US$ 11,88 juta, atau setara Rp 167,27 miliar.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan naiknya penjualan bersih perseroan sebesar 24% menjadi US$ 239,09 juta dari sebelumnya US$ 191,99 juta.

Secara rinci, penjualan tersebut masih didominasi dari gas bumi sebesar US$ 218,65 juta, meningkat dari sebelumnya US$ 197,47 juta. Lainnya dari penjualan minyak mentah sebesar US$ 41,34 juta.

Meski demikian, beban pokok penjualan sampai dengan kuartal ketiga tahun ini juga naik menjadi US$ 135,78 juta dari sebelumnya US$ 116,52 juta. Sehingga, laba bruto ENRG menjadi sebesar US$ 103,44 juta dari tahun sebelumnya US$ 75,46 juta.

Baca:

Bukan BUMI, Ternyata Saham Grup Bakrie Ini Paling Cuan 2020

[Gambas:Video ]

(tas/tas)